Thursday, December 26, 2013

PERILAKU PENDERITA HIPERTENSI DALAM MEMINIMALKAN RESIKO STROKE DI PUSKESMAS

PERILAKU PENDERITA HIPERTENSI DALAM MEMINIMALKAN RESIKO STROKE DI PUSKESMAS


BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan penanggulangan yang baik. Di Indonesia, hipertensi juga merupakan masalah kesehatan yang perlu diperhatikan oleh dokter yang bekerja pada pelayanan kesehatan primer karena angka prevalensinya yang tinggi dan akibat jangka panjang yang ditimbulkannya. The Sixth Report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, And Treatment of High Blood Pressure (1997) mendefinisikan hipertensi sebagai tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih atau tekanan darah diastolic 90 mmHg atau lebih atau sedang dalam pengobatan antihipertensi. Menurut WHO (1978), batas tekanan darah sama dengan atau diatas 160/95 mmHg dinyatakan sebagai hipertensi. (Ilmu Penyakit Dalam, 2001:453).
  Boedhi Darmojo dalam tulisannya yang dikumpulkan dari berbagai penelitian melaporkan bahwa 1,8-28,6% penduduk yang berusia diatas 20 tahun adalah pasien hipertensi. Pada umumnya prevalensi hipertensi berkisar antara 8,6-10%. Prevalensi terendah yang dikemukakan  dari data tersebut berasal dari desa Kalirejo, Jawa Tengah yaitu sebesar 1,8%, sedangkan di daerah  Arun Aceh , Sumatera Utara, sebesar 5,3%. Data lain yang dikemukakan Gunawan S, yang menyelidiki masyarakat terisolasi di Lembah Baliem, Irian Jaya mendapatkan prevalensi hipertensi 0,65%. (Ilmu Penyakit Dalam, 2001:453).

                                               MAU DATA LENGKAPNYA


No comments:

Post a Comment