PERILAKU PENDERITA HIPERTENSI DALAM MEMINIMALKAN RESIKO STROKE DI
PUSKESMAS
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan
penanggulangan yang baik. Di Indonesia, hipertensi juga merupakan masalah
kesehatan yang perlu diperhatikan oleh dokter yang bekerja pada pelayanan
kesehatan primer karena angka prevalensinya yang tinggi dan akibat jangka
panjang yang ditimbulkannya. The Sixth
Report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation,
And Treatment of High Blood Pressure (1997) mendefinisikan hipertensi
sebagai tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih atau tekanan darah diastolic
90 mmHg atau lebih atau sedang dalam pengobatan antihipertensi. Menurut WHO
(1978), batas tekanan darah sama dengan atau diatas 160/95 mmHg dinyatakan
sebagai hipertensi. (Ilmu Penyakit Dalam, 2001:453).
Boedhi
Darmojo dalam tulisannya yang dikumpulkan dari berbagai penelitian melaporkan
bahwa 1,8-28,6% penduduk yang berusia diatas 20 tahun adalah pasien hipertensi.
Pada umumnya prevalensi hipertensi berkisar antara 8,6-10%. Prevalensi terendah
yang dikemukakan dari data tersebut
berasal dari desa Kalirejo, Jawa Tengah yaitu sebesar 1,8%, sedangkan di
daerah Arun Aceh , Sumatera Utara,
sebesar 5,3%. Data lain yang dikemukakan Gunawan S, yang menyelidiki masyarakat
terisolasi di Lembah Baliem, Irian Jaya mendapatkan prevalensi hipertensi
0,65%. (Ilmu Penyakit Dalam, 2001:453).
MAU DATA LENGKAPNYA


No comments:
Post a Comment