PERILAKU KELUARGA DALAM MENINGKATKAN HARGA DIRI ANGGOTA KELUARGA YANG
MENGALAMI GANGGUAN ALAM PERASAAN
( DEPRESI)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Peran keluarga dalam meningkatkan
Harga diri klien dengan cara meningkatkan harga diri klien, menjalin hubungan
saling percaya, memberi kegiatan sesuai kemampuan klien, meningkatkan kontak
dengan orang lain, menggali kemampuan klien, dorongan mengungkapkan pikiran dan
perasaannya, bantu melihat prestasi dan kemampuan klien, bantu mengenal
harapan, mengevaluasi diri, membantu klien mengungkapkan upaya yang bisa
digunakan dalam menghadapi masalah, menetapkan tujuan yang nyata, bantu klien
mengungkapkan beberapa rencana menyelesaikan masalah, membantu memilih cara
yang sesuai untuk klien, bantu klien untuk mengubah perilaku negatif dan
mempertahankan perilaku positif, sikap keluarga: empati, mengontrol klien,
memberikan pujian pada klien. Di masyarakat ada stigma bahwa
gangguan jiwa merupakan penyakit yang sulit disembuhkan, memalukan dan aib bagi
keluarganya. Depresi merupakan
gangguan alam perasaan yang berat dan dimanifestasikan dengan gangguan fungsi
sosial dan fungsi
fisik yang hebat, lama dan menetap pada individu yang bersangkutan. (Iyus,2009)
Gangguan jiwa depresi
mengenai lebih dari 350 juta penduduk di seluruh dunia. Berdasarkan riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2007, angka rata-rata nasional
gangguan mental emosional (cemas-depresi) penduduk berusia 15 tahun adalah
11,6% atau sekitar 19 juta penduduk. Ironisnya, kurang dari 10% orang dan
masalah kesehatan jiwa terlayani di fasilitas kesehatan. Kesenjangan pengobatan
diprediksikan melebihi 90%. Usia 15-24 tahun rentan menderita gangguan jiwa depresi, namun lebih sering
terjadi pada wanita berusia 20-40 tahun, penduduk kota, di negara maju,
individu yang bercerai dibandingkan dengan yang menikah/lajang. Risiko bunuh
diri meningkat 20 kali lipat pada penderita depresi dibandingkan
bukan penderita. ( WHO, 2012).
MAU DATA SELENGKAPNYA


No comments:
Post a Comment