FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REMAJA MEROKOK DINI
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Remaja adalah harapan bangsa. Sehingga tak berlebihan jika dikatakan bahwa masa depan bangsa yang akan datang akan ditentukan pada keadaan remaja saat ini. Remaja yang sehat dan berkualitas menjadi perhatian serius bagi orang tua, praktisi pendidikan, ataupun remaja itu sendiri. Remaja yang sehat dan berkualitas menjadi perhatian serius bagi orang tua, praktisi pendidikan, ataupun remaja itu sendiri. Remaja yang sehat adalah remaja yang produktif dan kreatif sesuai dengan tahap perkembangannya. (Soetjiningsih,2004). Tetapi berdasarkan dari penelitian, fakta yang ada bahwa generasi penerus bangsa menjadi pecandu rokok, apalagi seusia remaja menghabiskan uang yang harusnya digunakan untuk membeli makanan bergizi, pendidikan, dan kesehatan, justru habis untuk membakar batang demi batang rokok. Terbukti tingginya kecenderungan merokok di kalangan generasi muda di Indonesia cukup memprihatinkan, yaitu sebanyak 58,93% perokok mulai merokok pada usia 15-19 tahun dan 9,46% pada usia 10- 14 tahun (Tandra, 2003).
Data dari hasil laporan WHO 2008 dengan statistic jumlah perokok 1,35 miliar orang, terdapat 1.100 juta penghisap rokok di dunia yang 45% masih pelajar. Tahun 2025 diperkirakan akan bertambah hingga mencapai 1.640 juta
remaja. Di Indonesia konsumsi rokok meningkat sebesar 44,1% dalam kurun waktu tujuh tahun (1990-1997), dan menduduki peringkat ke empat setelah Cina, Amerika dan Jepang. Lebih dari 30% penduduk dewasa di Indonesia punya kebiasaan merokok. Indonesia mengalami peningkatan tajam konsumsi tembakau, yaitu 65 juta perokok atau 28% perpenduduk, dari 225 milyar batang pertahun, terutama pada anak usia sekolah yang berpotensi menjadi perokok pemula (Subangun et al, 1993).
MAU DATA SELENGKAPNYA


No comments:
Post a Comment