gambaran
PHBS Tatanan
Rumah Tangga di Desa
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Tingginya
angka kematian ibu dan kematian bayi menunjukkan masih rendahnya kualitas
pelayanan kesehatan. Melihat
kenyataan tersebut, diperlukan upaya terobosan yang benar-benar memiliki daya
ungkit untuk meningkatkan derajat kesehatan bagi seluruh penduduk Indonesia.
Desa siaga merupakan salah satu program pemerintah melalui Departemen Kesehatan
yang disebutkan dalam SK Menkes No 564/2006 tentang pedoman pelaksanaan
pengembangan desa siaga dengan mengambil kebijakan bahwa seluruh penduduk
Indonesia menjadi desa siaga pada akhir tahun 2008 (Depkes RI, 2007:2). Inti
kegiatan desa siaga adalah memberdayakan masyarakat agar mau dan mampu untuk
berperilaku hidup sehat (Depkes RI, 2007:5).
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan
kesadaran, kemampuan, dan kemauan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat
mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Dengan perkataan lain
bahwa masyarakat diharapkan mampu berperan sebagai pelaku dalam pembangunan
kesehatan dalam menjaga, memelihara, dan meningkatkan derajat kesehatannya
sendiri, serta berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. Pemberdayaan
masyarakat harus dimulai dari rumah tangga, karena rumah tangga yang sehat
merupakan aset atau modal pembangunan di masa depan yang perlu dijaga,
ditingkatkan, dan dilindungi masyarakat. Beberapa anggota rumah tangga mempunyai
masa rawan terkena penyakit infeksi, oleh karena itu untuk mencegahnya anggota
rumah tangga perlu diberdayakan untuk melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat (PHBS).
No comments:
Post a Comment