PERILAKU CUCI TANGAN MAHASISWA PRAKTEK KLINIK DI
RUANG KAMBOJA
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Mencuci tangan merupakan tehnik dasar yang paling
penting dalam pencegahan dan pengontrolan infeksi (Potter & Perry, 2005). Mencuci tangan merupakan proses membuang kotoran dan debu
secara mekanis dari kulit kedua belah tangan dengan memakai sabun atau air.
Tujuan cuci tangan adalah untuk menghilangkan kotoran dan debu secara mekanis
dari permukaan kulit dan mengurangi jumlah mikroorganisme (Tietjen, 2003). Cuci tangan merupakan hal yang sangat
penting yang harus dilakukan oleh perawat, karena
tenaga kesehatan yang paling rentan terhadap infeksi adalah perawat yang
bertugas selama 24 jam di Rumah Sakit dan yang sering berinteraksi dengan
pasien adalah perawat.
Cuci tangan harus dilakukan dengan benar sebelum dan
sesudah melakukan tindakan perawatan meskipun memakai sarung tangan atau alat
pelindung lain untuk menghilangkan atau mengurangi mikroorganisme yang ada di
tangan. Indikasi cuci tangan harus dilakukan pada saat yang diantisipasi akan
terjadi perpindahan kuman melalui tangan, yaitu sebelum melakukan tindakan yang
dimungkinkan terjadi pencemaran dan setelah melakukan tindakan yang
dimungkinkan terjadi pencemaran (Depkes, 2003). Perilaku perawat dalam
pencegahan infeksi nosokomial adalah dengan menerapkan prinsip kewaspadaan
universal (Universal Precaution), maka diharapkan mahasiswa praktek klinik melakukan cuci tangan dengan
benar sebagai patient safety yang merupakan tindakan pencegahan
infeksi nosokomial sehingga
dapat mengurangi resiko penularan infeksi terhadap pasien maupun dirinya.
Tetapi pada kenyataanya mahasiswa praktek klinik di rumah sakit melakukan cuci
tangan hanya sebagai simbolitas. Cuci tangan biasanya dilakukan hanya membasuh
tangan dengan air atau alkohol tanpa menurut urutan cuci tangan yang benar.
MAU DATA SELENGKAPNYA


No comments:
Post a Comment