HUBUNGAN POLA ASUH
DOMINAN ORANG TUA DENGAN SIBLING RIVALRY ANAK USIA PRA SEKOLAH
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Persaingan
antara dua orang kakak beradik bukan sesuatu yang baru. Persaingan antara
saudara kandung (sibling rivalry) biasanya muncul ketika selisih usia
saudara kandung terlalu dekat, karena kehadiran adik dianggap terlalu banyak
menyita waktu dan perhatian orang tua. Jarak usia yang lazim memicu munculnya sibling
rivalry adalah jarak usia antara 1-3 tahun dan muncul pada usia 3-5 tahun
kemudian muncul kembali pada usia 8– 12 tahun, dan pada umumnya, sibling
rivalry lebih sering terjadi pada anak yang berjenis kelamin sama dan
khususnya perempuan, namun persaingan antar saudara cenderung memuncak ketika
anak bungsu berusia 3 atau 4 tahun (Woolfson, 2004).
Sibling
rivalry muncul ketika hanya ada salah satu anak
kesayangan orang tua, hal ini yang akan menimbulkan masalah jangka panjang
dalam hubungan kakak beradik. Jumlah saudara yang sedikit cenderung
menghasilkan hubungan yang lebih banyak perselisihan daripada jumlah saudara
yang banyak. Sains (2009) menjelaskan bahwa, keluarga yang memiliki anak lebih
dari satu, semua anak akan diberi peran menurut urutan kelahiran mereka, tetapi
apabila peran yang diberikan bukan peran yang dipilih oleh anak sendiri maka
kemungkinan terjadi perselisihan.
Sibling
rivalry juga dikarenakan oleh rasa cemburu yang
seringkali berasal dari rasa takut yang dikombinasikan dengan rasa marah karena
adanya ancaman terhadap harga diri seseorang dan terhadap hubungan itu sendiri.
Pola asuh yang diterapkan orang tua di rumah, mempengaruhi kecenderungan
seorang anak untuk bersaing dengan saudara kandungnya (http://digilib.unimus.ac.id)
Peneliti belum menemukan adanya hasil
penelitian-penelitian yang menyebutkan besarnya angka kejadian sibling
rivalry secara pasti tetapi dalam situs di internet menyebutkan: di Negara
barat 82% dari beberapa keluarga, anak-anaknya mengalami sibling rivalry
(Puspha, 2008). Menurut shofiana (2008) seorang psikolog memperoleh data dari
Pekalongan diperoleh 68,5% anak mengalami sibling rivalry dari 80 anak
(Shofiana, 2008). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ulfah
Darajad (2006) di Kelurahan Sumbersari Malang diperoleh data dari 25 responden
yaitu 18 orang responden menyatakan tidak terjadi sibling rivalry
dengan jumlah prosentase 72%, dan 7 orang responden menyatakan terjadi sibling
rivalry denganb jumlah prosentase 28% .


No comments:
Post a Comment