Saturday, December 28, 2013

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Pasien Hipertensi Dalam Mencegah Komplikasi Gagal Ginjal Kronik


               BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik sedikitnya 140 mmHg atau tekanan diastolik sedikitnya 90 mmHg. Perjalanan penyakit hipertensi sangat perlahan, penderita hipertensi mungkin tak menunjukkan gejala selama bertahun-tahun. Masa laten ini menyelubungi perkembangan penyakit sampai terjadi kerusakan organ yang bermakna. Apabila hipertensi tetap tidak diketahui dan tidak dirawat, mengakibatkan kematian karena payah jantung, infark miocardium, stroke, atau gagal ginjal (Pierce, 2005).
Hasil penelitian World Health Organization (WHO) menunjukkan, di Asia tercatat tahun 2000 sebesar 38,4 juta penderita hipertensi dan tahun 2025 sebesar 67,3 juta (kenaikan sebesar 57%). Data ini menunjukkan bahwa hipertensi masih menjadi ancaman bagi masyarakat dunia (Purwanti, 2009). Berdasarkan data dari WHO, dari 50% penderita hipertensi yang diketahui hanya 25% yang mendapat pengobatan, dan hanya 12,5% yang dapat diobati dengan baik. Setiap tahun, 7 juta orang di seluruh dunia meninggal akibat hipertensi.

Berdasar laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Nasional tahun 2007, 3 dari 10 orang Indonesia berusia 18 tahun mengalami Hipertensi. Dengan penderita Hipertensi yang diperkirakan 15 juta orang hanya 4% yang merupakan hipertensi terkontrol. Prevalensi 6-15% pada orang dewasa, 50% diantaranya tidak menyadari sebagai penderita hipertensi sehingga mereka cenderung untuk menjadi hipertensi berat karena tidak menghindari dan tidak mengetahui faktor risikonya, dan 90% merupakan hipertensi esensial. Pendertita juga kurang mengetahui bagaimana sikap yang harus dilakukan dalam mencegah maupun menghindari hipertensi, seperti olahraga secara teratur, tidak merokok, mengurangi asupan garam, menurunkan kegemukan, menghindari alkohol. Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur menyebutkan, total penderita hipertensi di Jatim 2011 sebanyak 285.724 pasien. Data ini diambil menurut Surveilans Terpadu Penyakit (STP) Puskesmas di Jatim. Jumlah tersebut terhitung mulai bulan Januari hingga September. Data dari Dinas Kesehatan Ponorogo menyebutkan jumlah penderita hipertensi tahun 2010 mencapai 33.281 kunjungan kasus baik pasien lama dan pasien baru di seluruh Puskesmas di kabupaten Ponorogo. Dan kunjungan kasus hipertensi tertinggi di Ponorogo terdapat pada Puskesmas Ponorogo Utara yaitu mencapai 3597 kunjungan kasus, pada tahun 2011 terjadi peningkatan yaitu menjadi 4340 kunjungan kasus hipertensi.

          


No comments:

Post a Comment