BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang Masalah
Hipertensi adalah peningkatan tekanan
darah sistolik sedikitnya 140 mmHg atau tekanan diastolik sedikitnya 90 mmHg.
Perjalanan penyakit hipertensi sangat perlahan, penderita hipertensi mungkin
tak menunjukkan gejala selama bertahun-tahun. Masa laten ini menyelubungi
perkembangan penyakit sampai terjadi kerusakan organ yang bermakna. Apabila
hipertensi tetap tidak diketahui dan tidak dirawat, mengakibatkan kematian
karena payah jantung, infark miocardium, stroke, atau gagal ginjal (Pierce,
2005).
Hasil penelitian World Health Organization
(WHO) menunjukkan, di Asia tercatat tahun 2000 sebesar 38,4 juta penderita
hipertensi dan tahun 2025 sebesar 67,3 juta (kenaikan sebesar 57%). Data ini
menunjukkan bahwa hipertensi masih menjadi ancaman bagi masyarakat dunia
(Purwanti, 2009). Berdasarkan data dari WHO, dari 50% penderita hipertensi yang
diketahui hanya 25% yang mendapat pengobatan, dan hanya 12,5% yang dapat
diobati dengan baik. Setiap tahun, 7 juta orang di seluruh dunia meninggal
akibat hipertensi.
Berdasar laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Nasional tahun
2007, 3 dari 10 orang Indonesia berusia 18 tahun mengalami Hipertensi. Dengan
penderita Hipertensi yang diperkirakan 15 juta orang hanya 4% yang merupakan
hipertensi terkontrol. Prevalensi 6-15% pada orang dewasa, 50% diantaranya
tidak menyadari sebagai penderita hipertensi sehingga mereka cenderung untuk
menjadi hipertensi berat karena tidak menghindari dan tidak mengetahui faktor
risikonya, dan 90% merupakan hipertensi esensial. Pendertita juga kurang
mengetahui bagaimana sikap yang harus dilakukan dalam mencegah maupun
menghindari hipertensi, seperti olahraga secara teratur, tidak merokok,
mengurangi asupan garam, menurunkan kegemukan, menghindari alkohol. Dari data
Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur menyebutkan, total penderita hipertensi di
Jatim 2011 sebanyak 285.724 pasien. Data ini diambil menurut Surveilans Terpadu
Penyakit (STP) Puskesmas di Jatim. Jumlah tersebut terhitung mulai bulan
Januari hingga September. Data dari Dinas Kesehatan Ponorogo menyebutkan jumlah
penderita hipertensi tahun 2010 mencapai 33.281 kunjungan kasus baik pasien
lama dan pasien baru di seluruh Puskesmas di kabupaten Ponorogo. Dan kunjungan
kasus hipertensi tertinggi di Ponorogo terdapat pada Puskesmas Ponorogo Utara
yaitu mencapai 3597 kunjungan kasus, pada tahun 2011 terjadi peningkatan yaitu
menjadi 4340 kunjungan kasus hipertensi.


No comments:
Post a Comment